A figure dressed in the finest attire
That money can buy
Laiden with assets to make an impression
On a stranger's eye
And he lives in a palace
Surrounded by roses in a perfect picture
He's in deep with the shallow
He's fading cause he can't see the sky
Who are you kidding mister?
I can give you everything
Who are you kidding mister?
I can give you anything
Who are you kidding mister?
I'm so happy that i could sing, yeah
Nobody, you're kidding nobody
Nobody but you
A dinner with twenty people you hate
And they're hating you more
Talking politely, it's all a show
Tell me what is it for?
And your laugh is tale-telling
They follow but you know you're not a funny man
The truth is the meaning
And your life is that you wouldn't have one
If you were poor
Yeah. . .
Such a shame, sir
Such a shame
Who are you kidding mister?
Nobody, nobody, nobody, nobody
Nobody but yourself
This is one of my favorites Imogen Heap's song.
Born and raised as a 'middle class' always keep me thinking about how the 'upper class' surviving their life. They have anything I didn't have, well I might have things they didn't but lets keep this real.
After I remember Jessie J price tag song and watch some Michael Sandel's philosophy courses from Harvard. That revelation moment come.
Most part of the human being have put a price tag in their life, it is a reality that every born babies have to take that a milk that they must consume, clothes to keep them warm, a doctor that help on the give birth process, had a price. If their parents simply cannot afford them all, in order unable to comply the price, then they could just die. Price, is what human should pay to survive.
The concept of price itself didn't teased my morality value. Some effort must be released for survive, like, hunt out for food maybe. But how the price could replace the presence of life is a different thing, how a number could possibly replace anything is a crazy concept people compliance for.
Take a look at your own life now, imagine if all of your money was burnt into the ashes, so is your gadget, your nice clothes and shoes, your cars, zero saving accounts, what else you still have? Are you sure you still have friends? Are you still have an inner circle you used to in? If this question put you in a doubt, maybe you could start to stop putting a price tag in life. Leave the illusion before there is no any remain but regret.
Yeah sorry for blabber around. I just try to say that, what I want to reach
is a real valuable life.
The happy endings are subtle and incomplete but they are there, it works because happiness itself is often subtle and incomplete.
20120321
xoxo
Postingan ini adalah hasil paksaan diri gw sendiri agar supaya mengisi kekosongan pada blog ini, blog yang dulu selalu diisi, selalu menjadi pembagi hari.
I have no idea what plot that would be written in this post, but yea, brace yourself. It'll take a little time of yours cause it might be a long (and nonsense) post.
Entah kenapa juga mesti ada bahasa inggrisnya, tetapi agaknya merupakan refleksi dari kepusingan diri sendiri, yang sebenernya ga lancar dan ga jago bahasa inggris tapi bahan-bahan tugas kuliah sebagian besar pake bahasa inggris. Semacam on-off bahasa di bilik otak gw yang ngatur bahasa kadang-kadang tidak berjalan dengan baik. Jadi maaf, bukan sok iyeh. Suer. Samber. Gledek. #kemudiandisamber
Boong deng ga disamber.
Malem ini entah kenapa ga ada tugas kuliah dan juga ga ada rapat. Dan entah kenapa gw punya keyakinan, bahwa masih ada loh yang dengan bodohnya bakal masih buka titaadelia.blogspot.com ini, sehingga gw memutuskan untuk mengisinya. Masih ada kan ya? #nadaragu
Masuk kedalam bagian dari apa yang lagi gue rasain (brace yourself). Diperantauan yang memasuki tahun kedua ini, still, I have nothing to proud about. Mau nerusin di Cambridge atau Harvard, ipk gw dibawah 3,8 huft :((
Boong deng yakale gw mikirin banget mau masuk cambridge -.-
Tapi apa yah? Lebih ke ga nemu, sebenernya gw ini mau kemanaaa (mulai pake emosi), makin kesini malah gw makin ga tau udah gede gw mau jadi apa dan ngapain. Kalo ditanya, bener-bener ga tau. Ikutan pelatihan ini itu yang salahsatunya sebut saja pelatihan mengelola hidup dan merencanakan masa depan (ya emang namanya itu haha), gw disana juga sebenernya ngisi-ngisi form perencanaan dan segala macem hanya formalitas aja, belum dari hati. Gw suka kuliah di politik, gw suka ketika dosen bercerita di negara apa kenapa pada zaman apa, di negara ini kenapa, dan kenapa seperti itu, latar belakang politis, gw suka politik, filsafatnya, pemikiran barat, clash of civilization, clash of definitions, yang bikin gw pikir-pikir lagi kalau mau benci sesuatu, sadar bahwa ini semua terkonstruksikan dan bukan demikian aja kebentuk, bangunan suprastruktur dialektika, I love them. Tapi gw gatau bakal jadi apa. Karena gw ga nguasain satu keahlian apapun. Entah kenapa yang jadi concern gw sekarang lebih ke orang-orang deket gw, gw bantu dan sibuk jadi ini itu alasan utamanya bukan karena gw pengen mengubah indonesia atau apa deh yang idealis, alasan gw adalah pengen ngebantu temen-temen gw sendiri yang emang udah punya mimpi. Kalo lu mau liat, gw ga pernah jadi 'front man' nya, beberapa waktu lalu misalnya lagi jaman-jamannya pemilihan ketua umum di himpunan gw. Sebenernya ada juga yang nyuruh gw buat maju biar jadi perwakilan dari cewek, tapi hati gw lebih mau buat bantuin temen gw yang emang udah punya keinginan buat maju. Jabanin deh itu jadi campaign manajernya, alhamdulillah menang walaupun beda tipis jumlah suaranya. Sekarang gw nerima untuk jadi koordinator sesuatu pada suatu acara yang insya Allah besar, bukan karna gw ingin memajukan FISIP dikancah internasional, tai lah itu, peduli apa gw sama fisip, gw mau karena gw kagum sama temen gw yang udah punya mimpi, lalu kenapa ngga gw ikut ngebantu ngewujudin itu? Mungkin kalo Mario Teguh baca ini, gw bisa dikutuk kali ya. Kalo Andrea Hirata baca ini juga dia langsung nyanyiin sontrek bukunya dia kali deh, 'mimpi.. adalah kunci..'. (oke stop beliau-beliau kaga akan baca ini juga). Gw bisanya cuma nebeng mimpi orang. Maunya gw adalah bantuin. Apa udah gede gw jadi pembantu aja gitu?
Yak dan gw bilang 'kalo udah gede' kayak yang sekarang gw masih kecil aja, taun ini masuk umur 20 taun cyinn. Dapet kado apa yah tar ulangtaun? #ngarep. Kemaren gw beres-beres kosan, dan gw heran, diumur yang baru segini (dan di kamar yang baru dihuni kurang dari dua taun) aja, udah banyak banget kenangan yang bisa dipilah yang mana yang mau disimpen dan yang mana yang direlakan untuk dibuang. Beres-beres adalah kegiatan yang paling bikin galau sedunia. Dari jaman maba, entah kenapa gw hobi amat naro-naro barang yang ga penting atau nulis-nulis dikertas sesuatu dan ga dibuang. Gw baru inget ada kalanya gw mesti memilih cowok mana yang mau gw lanjutin dan yang mana yang mau gw hentikan. As ta ga. Kalo ga beres-beres gw lupa samasekali kalo waktu maba gw sempat memasuki masa tergalau, yang sekarang ga kebayang karena hampir ga pernah galau-galau bombay. Dan gw ketawa juga kenapa... gw memutuskan untuk memilih laki yang satu itu. Dan jadi mikir juga, gimana seandainya kalo gw ga melakukan hal yang namanya memilih.
Overall, sebenernya gw menikmati hidup gw sekarang, gila lo kalo ga nikmatin ga bersyukur banget. Meski gw gendut dan miskin, tapi masih banyak banget yang peduli, temen-temen kampus baek, keluarga lengkap, pacar sabar amet ngadepin gw, masih bisa kuliah, apasih yang dicari?
Yang dicari sama gw adalah kesabaran yang ga ada batas dan ketabahan yang ga pernah goyah, kalo itu gw udah bisa punya, apa pun yang terjadi ga akan jadi masalah kan ya?
Udah malem. Udahan dulu ya.
xoxo
I have no idea what plot that would be written in this post, but yea, brace yourself. It'll take a little time of yours cause it might be a long (and nonsense) post.
Entah kenapa juga mesti ada bahasa inggrisnya, tetapi agaknya merupakan refleksi dari kepusingan diri sendiri, yang sebenernya ga lancar dan ga jago bahasa inggris tapi bahan-bahan tugas kuliah sebagian besar pake bahasa inggris. Semacam on-off bahasa di bilik otak gw yang ngatur bahasa kadang-kadang tidak berjalan dengan baik. Jadi maaf, bukan sok iyeh. Suer. Samber. Gledek. #kemudiandisamber
Boong deng ga disamber.
Malem ini entah kenapa ga ada tugas kuliah dan juga ga ada rapat. Dan entah kenapa gw punya keyakinan, bahwa masih ada loh yang dengan bodohnya bakal masih buka titaadelia.blogspot.com ini, sehingga gw memutuskan untuk mengisinya. Masih ada kan ya? #nadaragu
Masuk kedalam bagian dari apa yang lagi gue rasain (brace yourself). Diperantauan yang memasuki tahun kedua ini, still, I have nothing to proud about. Mau nerusin di Cambridge atau Harvard, ipk gw dibawah 3,8 huft :((
Boong deng yakale gw mikirin banget mau masuk cambridge -.-
Tapi apa yah? Lebih ke ga nemu, sebenernya gw ini mau kemanaaa (mulai pake emosi), makin kesini malah gw makin ga tau udah gede gw mau jadi apa dan ngapain. Kalo ditanya, bener-bener ga tau. Ikutan pelatihan ini itu yang salahsatunya sebut saja pelatihan mengelola hidup dan merencanakan masa depan (ya emang namanya itu haha), gw disana juga sebenernya ngisi-ngisi form perencanaan dan segala macem hanya formalitas aja, belum dari hati. Gw suka kuliah di politik, gw suka ketika dosen bercerita di negara apa kenapa pada zaman apa, di negara ini kenapa, dan kenapa seperti itu, latar belakang politis, gw suka politik, filsafatnya, pemikiran barat, clash of civilization, clash of definitions, yang bikin gw pikir-pikir lagi kalau mau benci sesuatu, sadar bahwa ini semua terkonstruksikan dan bukan demikian aja kebentuk, bangunan suprastruktur dialektika, I love them. Tapi gw gatau bakal jadi apa. Karena gw ga nguasain satu keahlian apapun. Entah kenapa yang jadi concern gw sekarang lebih ke orang-orang deket gw, gw bantu dan sibuk jadi ini itu alasan utamanya bukan karena gw pengen mengubah indonesia atau apa deh yang idealis, alasan gw adalah pengen ngebantu temen-temen gw sendiri yang emang udah punya mimpi. Kalo lu mau liat, gw ga pernah jadi 'front man' nya, beberapa waktu lalu misalnya lagi jaman-jamannya pemilihan ketua umum di himpunan gw. Sebenernya ada juga yang nyuruh gw buat maju biar jadi perwakilan dari cewek, tapi hati gw lebih mau buat bantuin temen gw yang emang udah punya keinginan buat maju. Jabanin deh itu jadi campaign manajernya, alhamdulillah menang walaupun beda tipis jumlah suaranya. Sekarang gw nerima untuk jadi koordinator sesuatu pada suatu acara yang insya Allah besar, bukan karna gw ingin memajukan FISIP dikancah internasional, tai lah itu, peduli apa gw sama fisip, gw mau karena gw kagum sama temen gw yang udah punya mimpi, lalu kenapa ngga gw ikut ngebantu ngewujudin itu? Mungkin kalo Mario Teguh baca ini, gw bisa dikutuk kali ya. Kalo Andrea Hirata baca ini juga dia langsung nyanyiin sontrek bukunya dia kali deh, 'mimpi.. adalah kunci..'. (oke stop beliau-beliau kaga akan baca ini juga). Gw bisanya cuma nebeng mimpi orang. Maunya gw adalah bantuin. Apa udah gede gw jadi pembantu aja gitu?
Yak dan gw bilang 'kalo udah gede' kayak yang sekarang gw masih kecil aja, taun ini masuk umur 20 taun cyinn. Dapet kado apa yah tar ulangtaun? #ngarep. Kemaren gw beres-beres kosan, dan gw heran, diumur yang baru segini (dan di kamar yang baru dihuni kurang dari dua taun) aja, udah banyak banget kenangan yang bisa dipilah yang mana yang mau disimpen dan yang mana yang direlakan untuk dibuang. Beres-beres adalah kegiatan yang paling bikin galau sedunia. Dari jaman maba, entah kenapa gw hobi amat naro-naro barang yang ga penting atau nulis-nulis dikertas sesuatu dan ga dibuang. Gw baru inget ada kalanya gw mesti memilih cowok mana yang mau gw lanjutin dan yang mana yang mau gw hentikan. As ta ga. Kalo ga beres-beres gw lupa samasekali kalo waktu maba gw sempat memasuki masa tergalau, yang sekarang ga kebayang karena hampir ga pernah galau-galau bombay. Dan gw ketawa juga kenapa... gw memutuskan untuk memilih laki yang satu itu. Dan jadi mikir juga, gimana seandainya kalo gw ga melakukan hal yang namanya memilih.
Overall, sebenernya gw menikmati hidup gw sekarang, gila lo kalo ga nikmatin ga bersyukur banget. Meski gw gendut dan miskin, tapi masih banyak banget yang peduli, temen-temen kampus baek, keluarga lengkap, pacar sabar amet ngadepin gw, masih bisa kuliah, apasih yang dicari?
Yang dicari sama gw adalah kesabaran yang ga ada batas dan ketabahan yang ga pernah goyah, kalo itu gw udah bisa punya, apa pun yang terjadi ga akan jadi masalah kan ya?
Udah malem. Udahan dulu ya.
xoxo
20111224
Nostalgia
Yesterday, one of my friend said about the paradox of nostalgia: laughing out loud remembering the bad times, while super sad remembering the good times.
Well, tonight I found this precious note on a crappy facebook, written by Rahadian Dimas Prayudha one of my best friend/brother/whateveryounameit on Thursday, July 30, 2009.
Two years ago you wrote this, so much things happened in this-two-rookery-years bro. And I mean much.
Ah fuck, way too speechless. This note is awesome. So is my life.
Well, tonight I found this precious note on a crappy facebook, written by Rahadian Dimas Prayudha one of my best friend/brother/whateveryounameit on Thursday, July 30, 2009.
Surat buat Gengging
halo, gengging!
halo, gengging!
apa kabar kalian?
ga kerasa udah tiga tahun sejak saya masuk SMA 3. sekarang saya udah lulus. di 3 sekarang tinggal kalian bertiga. rajin-rajin belajar ya, tita, cindy, ijah! kelas 3 nih kalian. berat memang tapi sumpah nikmat jadi kelas 3. kamu jadi tahu gimana waktu tuh berharga banget dan berjalan cepet banget. kadang kamu ngerasa dikhianatin malah sama si waktu. secara baru berasa berapa menit ternyata udah berapa jam. terus yah jadi kelas 3 tuh belajar menghargai ilmu juga. kita bisa jadi paham sama pelajaran-pelajaran yang diajarin guru kita dan implikasinya kalau kalian berpikir jadi bisa paham bahwa manfaatnya tuh besar.
tahun lalu waktu teh irna lulus kaya gimana sih? kok saya ga ingat ya? ada farewell party ga sih? asa ga ada. dan sekarang giliran saya sama aqis yang ikutan lulus. bukan ikutan ketang. emang udah waktunya. da pinter. jadi langsung lulus. ga pake hambatan yang berarti. semoga si trio bocah 2010 bisa menyusul jejak kita yah, teh irna, aqis. kita doain mereka sukses UN, UM, SIMAK, atau apapun lah yang mau mereka ikutin nanti.
yah, pendiri awal gengging udah pada lulus euy. pasti kita tambah jarang ngumpul. sejak teh irna lulus aja kita udah jarang main bareng. jarang sharing. sampe ada hal-hal yang kayanya berubah drastis dari setiap individu kita. padahal mah itu teh efek dari jarang ketemu kan? secara kita semua orang yang selalu berkembang.
eh, napak tilas yuk! saya masih inget awalnya saya deket sama aqis sama teh irna tuh gara-gara SPeD. ga tau waktu itu habis ngapain terus kita nongkrong di j.co IP tempat duduk pojok. terus ngomongin LKS yang baru saya keluar. terus saya beli personality plus bareng mereka. hahahahaha melankolis-phlegmatis euy.
terus ada anak baru angkatan 2010 di SPeD. eh, ada adik kelasnya aqis pas di 13 ceunah. yang rambutnya pendek (kamu belum botak, tita!) pake kacamata. terus dia ngajak temennya yang turunan belanda yang adik kelasnya aqis juga pas di 13. terus ada anak cilegon ngehe yang pas simulasi debat malah teteleponan. terus pas dikasih tugas suruh nulis ‘siapa saya’ si adik kelasnya aqis yang pake kacamata teh nantangin boleh banyak ga nulisnya. hahahahaha dasar tinomali=tita anomali.
terus jadi deket gara-gara ngomongin personality plus sama kalian. trio bocah yang mau aja diracunin PSMK sama kita bertiga. terus ada bubar gagal muter-muter bandung sampe teh irna pundung. hahahahahaha. kita aneh dulu cuy!
ngerayain ulang tahun bareng. ke curug cimahi. ke rumah saudaranya tita. ke konser KPA bareng. sharing tentang hidup. diskusi klise sok tahu ga jelas. kita sotoy lah! biarin ketang yang penting PD.
it was all priceless, folks! pengen banget ngulang masa-masa itu lagi, tapi kita harus lanjut. hidup kita masih panjang. tugas kita masih banyak. kita ditakdirkan buat sesuatu yang besar, gengging! percaya deh! temenannya aja dikasih sama orang-orang luar biasa semua gini. hehe.
tahun depan kita ke konser KPA lagi, ya!
kalo nikah jangan lupa ngundang kita-kita!
LOVE (much of it),
dp.
Two years ago you wrote this, so much things happened in this-two-rookery-years bro. And I mean much.
Ah fuck, way too speechless. This note is awesome. So is my life.
20111102
Menyenangkan!
Ulang Tahun adalah hal yang cukup menarik untuk gw. Karena itu adalah momen yang bisa jadi cerminan, ngapain aja gw selama setahun kebelakang ini. I mean, ketika selama setahun kebelakang gw melakukan sesuatu yang baru, dapet temen baru dan segala macem, bakal ada orang-orang baru juga yang ngucapin selamat ulang tahun yang baru. Dan.. itu menyenangkan ya?
Waktu kecil, 12 november adalah hari yang bikin gw seneng, sejujurnya. Karena gw tau ada ayah dan keluarga yang pasti ngerayain dan kasih kado, walaupun ngerayainnya cuma dirumah dan makan-makan diluar. Tapi rasa wondering bentuk kue apa ya taun ini? Kadonya apa yaa? Asik asik asiik, Itu masih kerasa dihati gw. Ketika dalam sehari semua orang, kakak-kakak lo, orang tua, sodara, mengapresiasi keberadaan lu itu rasanya.. menyenangkan. It is.
Waktu mulai beranjak punya temen dan pacar-pacaran boongan, 12 november juga tetep hari yang bikin gw seneng. Sekaligus malu, karena pulang kerumah gw mesti bawa boneka (cheesy bangetsih! Aduh) alias mama dan kakak gw usil-usil nanya “dari siapa ituu kadonyaa”, ya baru kelas lima apa enam SD deh waktu itu. Bahkan gw masih inget sempet 12 november jatuh pada waktu bulan puasa dan temen-temen SD gw pada nyari kado di BSM (Bandung Supermall) sampe pada bolong puasanya, dari dulu sampe sekarang entah mesti ngerasa gimana gw kalo tau tentang cerita ini, mesti seneng apa sedih coba? Haha. Tapi overall, ingatan gw tentang ulangtahun di masa SD itu.. menyenangkan.
Waktu beranjak remaja tahap awal, 12 november juga hari yang menyenangkan karena gw udah mulai punya sahabat. Surprise-surprise kecil itu mewarnai ulangtaun di masa remaja awal gw (halah). Kelas satu SMP, ulangtahun gw jatuh pada waktu kita kerja kelompok dirumah gw, yang waktu itu rumah gw masih normal dan muat banyak orang haha. Terus kadonya adalah jaket coklat yang dibeli di Kings hahaha ya Tuhan bahkan gw masih inget, masih jaman amat yak Kings gituloh (cindy pasti baca ini). Meski sekarang jaketnya udah gatau kemana, kado-kado yang lain juga gw lupa ketinggalan dirumah yang mana, dan kue-kue ulangtaunnya udah jadi udara lagi, harus gw akuin kalo mengingat itu semua rasanya.. menyenangkan.
Waktu remaja beneran, alias SMA, 12 november juga ga kelabu kok. Kelas satu SMA unyu amat tengah malemnya gw dikasi kue dan kado, kadonya tempat hp yang gambarnya ikan (sialan) dan boneka kura-kura karena dulu gw pernah pelihara kura-kura tapi mati. Eh terus paginya ternyata masih ada kado, eskrim spongebob! Gusti nu agung waktu zamannya itu, eskrim spongebob masih susah dicari karena baru banget keluar, tapi dengan heroiknya semalem Teh Irna dan Kang dp beli eskrim spongebob di hypermart BIP sambil lari-lari karena takut cair katanya untuk ditaro dikulkas kosannya kang dp dan dikasih keesokan harinya. Makasih ya, kan gw ga minta eskrim juga padahal *mulai brengsek* haha. Terus abis itu dilanjutkan dengan jalan-jalan ke air terjun (all hail Bandung!) yang kemudian jadi air terjun setting ulang taunnya ijah ditaun depannya. Hihi. Taun-taun selanjutnya emang ada sedikit perubahan, well ga sedikit juga ya, tentang persepsi gw mengenai ulangtaun. Tapi tetep aja kue dan kado datang menghiasi hari dari orang yang tidak dikira. Menyenangkan ya?
Waktu beranjak kuliah, ternyata gw bisa menjalin persahabatan lagi loh dengan orang-orang baru. Haha. 12 novembernya baru lewat sekali karena plis gw ini masih sophomore (muda yah :>). Kemaren tengah malem emang gaada yang dateng, cuma ditelepon aja sama audry yang konon kini menjadi pasangan hidupku *nulisnya sambil mual* eh terus siangnya dapet surprise dari anak-anak politik 2010 dan dapet kado seperangkat alat solat dibayar tunai, haha gadeng, seperangkat alat tulis bercorak.. who lives in the pineapple under the seaa?. Dan beberapa buku-buku bagus dari teman-teman yang lain. Masih 12 november tahun lalu, malamnya gw ke bandung nebeng khobab dan didalemnya ada large, irma, teakis, meta, dan siapa lagi maafin gw ga inget yang ternyata tiba-tiba kasih kue juga, nyamnyamnyam. Dan begitu nyampe bandung menjelang tengah malem, ada andiani cindy dan resti puji astuti tiba-tiba nyengir didepan pager bawa kue lalu kemudian hari itu ditutup dengan audry yang ternyata menelepon lagi sehingga menjadi orang yang pertama dan terakhir ngucapin selamat ulang taun di 12 november tahun lalu, yaaaayy selamat! *tapi ga kasih kado, bisa aja loh emang si abang yang satu ini*. Inti dari paragraf ini.. nangkep ga? Intinya, hari itu menyenangkan.
Lalu kita semua harusnya bersyukur yah, ada satu hari diantara 365 hari setaun yang seengganya spesial. Entah spesial nyebelin atau spesial nyenengin, tapi yang pasti inbox hp lu penuh sama ucapan selamat apalagi wall facebook lu, ditambah mentionan twitter beberapa tahun terakhir ini. Kapan lagi orang-orang yang lu kenal tiba-tiba secara khusus ngedoain lu? Jadi cewek gampangan kayak gw ada enaknya juga loh. Cewek gampangan? Haha, iya, gampang seneng. Meski ga pernah ngerayain ulang tahun yang mewah bikin party di hotel atau gimana *maafin gw yah*, tapi lewat sekedar ucapan-ucapan selamat aja bisa bikin semua recall ingatan gw tentang ulangtaun adalah.. menyenangkan!
Terimakasih ya, semesta.
Waktu kecil, 12 november adalah hari yang bikin gw seneng, sejujurnya. Karena gw tau ada ayah dan keluarga yang pasti ngerayain dan kasih kado, walaupun ngerayainnya cuma dirumah dan makan-makan diluar. Tapi rasa wondering bentuk kue apa ya taun ini? Kadonya apa yaa? Asik asik asiik, Itu masih kerasa dihati gw. Ketika dalam sehari semua orang, kakak-kakak lo, orang tua, sodara, mengapresiasi keberadaan lu itu rasanya.. menyenangkan. It is.
Waktu mulai beranjak punya temen dan pacar-pacaran boongan, 12 november juga tetep hari yang bikin gw seneng. Sekaligus malu, karena pulang kerumah gw mesti bawa boneka (cheesy bangetsih! Aduh) alias mama dan kakak gw usil-usil nanya “dari siapa ituu kadonyaa”, ya baru kelas lima apa enam SD deh waktu itu. Bahkan gw masih inget sempet 12 november jatuh pada waktu bulan puasa dan temen-temen SD gw pada nyari kado di BSM (Bandung Supermall) sampe pada bolong puasanya, dari dulu sampe sekarang entah mesti ngerasa gimana gw kalo tau tentang cerita ini, mesti seneng apa sedih coba? Haha. Tapi overall, ingatan gw tentang ulangtahun di masa SD itu.. menyenangkan.
Waktu beranjak remaja tahap awal, 12 november juga hari yang menyenangkan karena gw udah mulai punya sahabat. Surprise-surprise kecil itu mewarnai ulangtaun di masa remaja awal gw (halah). Kelas satu SMP, ulangtahun gw jatuh pada waktu kita kerja kelompok dirumah gw, yang waktu itu rumah gw masih normal dan muat banyak orang haha. Terus kadonya adalah jaket coklat yang dibeli di Kings hahaha ya Tuhan bahkan gw masih inget, masih jaman amat yak Kings gituloh (cindy pasti baca ini). Meski sekarang jaketnya udah gatau kemana, kado-kado yang lain juga gw lupa ketinggalan dirumah yang mana, dan kue-kue ulangtaunnya udah jadi udara lagi, harus gw akuin kalo mengingat itu semua rasanya.. menyenangkan.
Waktu remaja beneran, alias SMA, 12 november juga ga kelabu kok. Kelas satu SMA unyu amat tengah malemnya gw dikasi kue dan kado, kadonya tempat hp yang gambarnya ikan (sialan) dan boneka kura-kura karena dulu gw pernah pelihara kura-kura tapi mati. Eh terus paginya ternyata masih ada kado, eskrim spongebob! Gusti nu agung waktu zamannya itu, eskrim spongebob masih susah dicari karena baru banget keluar, tapi dengan heroiknya semalem Teh Irna dan Kang dp beli eskrim spongebob di hypermart BIP sambil lari-lari karena takut cair katanya untuk ditaro dikulkas kosannya kang dp dan dikasih keesokan harinya. Makasih ya, kan gw ga minta eskrim juga padahal *mulai brengsek* haha. Terus abis itu dilanjutkan dengan jalan-jalan ke air terjun (all hail Bandung!) yang kemudian jadi air terjun setting ulang taunnya ijah ditaun depannya. Hihi. Taun-taun selanjutnya emang ada sedikit perubahan, well ga sedikit juga ya, tentang persepsi gw mengenai ulangtaun. Tapi tetep aja kue dan kado datang menghiasi hari dari orang yang tidak dikira. Menyenangkan ya?
Waktu beranjak kuliah, ternyata gw bisa menjalin persahabatan lagi loh dengan orang-orang baru. Haha. 12 novembernya baru lewat sekali karena plis gw ini masih sophomore (muda yah :>). Kemaren tengah malem emang gaada yang dateng, cuma ditelepon aja sama audry yang konon kini menjadi pasangan hidupku *nulisnya sambil mual* eh terus siangnya dapet surprise dari anak-anak politik 2010 dan dapet kado seperangkat alat solat dibayar tunai, haha gadeng, seperangkat alat tulis bercorak.. who lives in the pineapple under the seaa?. Dan beberapa buku-buku bagus dari teman-teman yang lain. Masih 12 november tahun lalu, malamnya gw ke bandung nebeng khobab dan didalemnya ada large, irma, teakis, meta, dan siapa lagi maafin gw ga inget yang ternyata tiba-tiba kasih kue juga, nyamnyamnyam. Dan begitu nyampe bandung menjelang tengah malem, ada andiani cindy dan resti puji astuti tiba-tiba nyengir didepan pager bawa kue lalu kemudian hari itu ditutup dengan audry yang ternyata menelepon lagi sehingga menjadi orang yang pertama dan terakhir ngucapin selamat ulang taun di 12 november tahun lalu, yaaaayy selamat! *tapi ga kasih kado, bisa aja loh emang si abang yang satu ini*. Inti dari paragraf ini.. nangkep ga? Intinya, hari itu menyenangkan.
Lalu kita semua harusnya bersyukur yah, ada satu hari diantara 365 hari setaun yang seengganya spesial. Entah spesial nyebelin atau spesial nyenengin, tapi yang pasti inbox hp lu penuh sama ucapan selamat apalagi wall facebook lu, ditambah mentionan twitter beberapa tahun terakhir ini. Kapan lagi orang-orang yang lu kenal tiba-tiba secara khusus ngedoain lu? Jadi cewek gampangan kayak gw ada enaknya juga loh. Cewek gampangan? Haha, iya, gampang seneng. Meski ga pernah ngerayain ulang tahun yang mewah bikin party di hotel atau gimana *maafin gw yah*, tapi lewat sekedar ucapan-ucapan selamat aja bisa bikin semua recall ingatan gw tentang ulangtaun adalah.. menyenangkan!
Terimakasih ya, semesta.
Subscribe to:
Posts (Atom)