hai folks,
mari sedikit berbagi tentang
hm tentang apa sajalah yang keinget
akhir-akhir ini
sedang ingin menjadi baik disemua bidang
murid yang baik, anak yang baik, teman yang baik, rekan kerja yang baik
sungguh membiaskan fokus, sungguh
beda lagi kalau ada 24 jam tersendiri untuk masing-masing bidang
hha, harapan nihil
tapi yang pengen diangkat bukan tentang keseluruhan itu,
tentang kebimbangan seorang anak dibawah umur
apa sebenarnya baik itu?
karena ingin jadi murid yang baik, saya ingin mengejar nilai, juga ranking
karena saya mengejar nilai, saya mengerjakan semua tugas yang diberikan, juga hadir dikelas(paling tidak saat diabsen)
karena saya mengerjakan semua tugas yang diberikan
kadang saya berbohong, kadang saya lupa jati diri demi nama baik saya dipandangan guru, penjilat
senyam senyum kala ditanya, menembak hati para guru, meminta maaf atas kesalahan yang disengaja(kadang direncanakan), manipulasi angka-angka yang bakal diproses dikomputer dan jadi tolak ukur orangtua
karena ingin jadi anak yang baik, saya ingin membahagiakan orang tua, tidak nakal, membangkang sewajarnya, memijiti saat diminta(saja), bercerita tentang sisi terangnya(saja) saya di sekolah, hiperbola yang positif, makan makanan rumah meski sudah makan diluar, bilang kenyang saat tak ada makanan padahal lapar, mencoba memberi pengertian tentang banyaknya kepentingan disekolah, padahal ga penting penting amat (ya saya bukan kepala sekolah di sekolah saya) dibandingkan mereka yang menunjang kehidupan sejak lahir lemah sampai tulang kokoh berdiri begini
karena ingin jadi teman yang baik, apalah arti uang toh saya tak punya banyak, saya ingin memberi perhatian pada semuanya, mungkin mereka bahagia, mungkin terganggu, mungkin terasa imitasi, mungkin nanti sakit hati, mungkin tak terasa apapun,
tapi tenang, tak mungkin lelah melakukan ketulusan
karena ingin jadi rekan kerja yang baik, saya berusaha profesional, tidak terbawa hati, tak memikirkan diri, memaksakan semua yang baik-baik, mungkin seharusnya ya begitu
jadi, apa sebenarnya baik itu?
The happy endings are subtle and incomplete but they are there, it works because happiness itself is often subtle and incomplete.
20090126
tiga tentang bahagia
aku adalah sejumlah nonmateri
yang hidup dalam keadaan selamanya
tak tahu mati
tak kenal energi
semuanya ada aku disisinya
kadang aku harus bekerja keras untuk masuk kedalam senyawa mereka
kadang aku tak perlu sedikit pun bergerak langsung akrab hidup didalam mereka
itu saja
aku tak pernah merasa
aku tak dapat berkata-kata
yang hidup dalam keadaan selamanya
tak tahu mati
tak kenal energi
semuanya ada aku disisinya
kadang aku harus bekerja keras untuk masuk kedalam senyawa mereka
kadang aku tak perlu sedikit pun bergerak langsung akrab hidup didalam mereka
itu saja
aku tak pernah merasa
aku tak dapat berkata-kata
andai saja kamu tahu wahai bahagia
aku disini
pun sesak ingin menerimamu
pun lelah terus berlari
andai saja kamu tahu wahai bahagia
aku punya akal tidak hanya hati
aku
pun merasa
tetapi berpikir juga
andai saja kamu tahu wahai bahagia..
sini kukenalkan padamu yang namanya meninggalkan
terkadang itu
pun diperlukan
sini kukenalkan padamu yang namanya sakit
kamu terlalu membawaku jauh dari kenyataan.
aku disini
pun sesak ingin menerimamu
pun lelah terus berlari
andai saja kamu tahu wahai bahagia
aku punya akal tidak hanya hati
aku
pun merasa
tetapi berpikir juga
andai saja kamu tahu wahai bahagia..
sini kukenalkan padamu yang namanya meninggalkan
terkadang itu
pun diperlukan
sini kukenalkan padamu yang namanya sakit
kamu terlalu membawaku jauh dari kenyataan.
sejumlah kebahagiaan menanti disisimu
mengejar-ngejarmu yang tak henti berlari darinya
menghancurkan benteng yang kau buat sendiri agar bahagia tak mampu menjamahmu
bahagia bisa bersedih
kamu tak juga mau menerimanya
bahagia hadir didepanmu
kau butakan matamu
bahagia membisikkan nyanyiannya
kau tulikan telingamu
bahagia merenguhkan deru nafasnya
kau tutup semua inderamu
bahagia memelukmu
kau menampiknya kasar dan maju lagi berlari
bahagia bisa sedih namun tak pernah kenal kata meninggalkan
bahagia bisa bersedih namun tak pernah kenal kata bosan
dia disitu terus
andai saja kau buka matahati mu
di sisimu..
mengejar-ngejarmu yang tak henti berlari darinya
menghancurkan benteng yang kau buat sendiri agar bahagia tak mampu menjamahmu
bahagia bisa bersedih
kamu tak juga mau menerimanya
bahagia hadir didepanmu
kau butakan matamu
bahagia membisikkan nyanyiannya
kau tulikan telingamu
bahagia merenguhkan deru nafasnya
kau tutup semua inderamu
bahagia memelukmu
kau menampiknya kasar dan maju lagi berlari
bahagia bisa sedih namun tak pernah kenal kata meninggalkan
bahagia bisa bersedih namun tak pernah kenal kata bosan
dia disitu terus
andai saja kau buka matahati mu
di sisimu..
Subscribe to:
Posts (Atom)