20071223

empat

kamu aku
mau apa disini?
menganggu hewan yang berfotosintesis?

kamu aku
mau apa disini?
menganggu waktu yang mengalir berjalan bersama ilalang?

kamu aku dan semua
apa yang dilakukan disini?
mencari nafkah untuk anak istri?
berteriak memecah sunyi?
bermusik mengganggu pagi?
berkoar menuntut perubahan?
diam mengisi ruang?

aku.
mau apa disini?

kamu?

tiga

hari ini satu jiwa tengah berkabung.
dua jiwa tengah tersenyum.
sisanya terpaku melamun.

yang berkabung lelah tercenung.
yang tersenyum istirahat terdiam.
yang melamun diseret arus bawah sadar.

yang tersenyum menangisi yang tengah berkabung.
yang melamun mendiamkan jiwa-jiwa yang tengah tersenyum.
yang berkabung tersenyum memeluk yang terpaku melamun.

berputar lalu semuanya hilang.
lenyap dimakan awan.

saya pun terbangun dengan sakit badan.

dua

TELAH RUSAK JIWA PEMBERONTAK.

doa siapa yang terkabul?

hati berlumut dengan tangis yang menggembul.
hancur saja semua yang kabur.
darah amis tak henti terkucur.
menanti tanah menjadi gembur.
kiamat diundur.
bumi asyik melihat orang-orang kufur.

jiwa pemberontak tak pernah merasa sendiri walaupun sepi.
jiwa pemberontak membasuh lukanya sendiri.
terkekang dalam batas nalar yang disumpahi sebelum mati.
nyanyian serupa teriak di waktu kini.
nyanyian halus selektif merobek angan pemalu dulu.

TELAH RUSAK JIWA PEMBERONTAK.

siapa lagi yang hendak tersenyum?

ini pengumuman, bukan nyalak anjing di pagi hari.

satu

biar badanku bongkok dan pantatku tepos aku akan tetap menulis, titik.

persetan semua manisan persahabatan. semua kata forever and ever hapily ever after.
tai semuanya.

menulis saat demam dan setengah sadar sensasinya lebih nikmat.
fakta pertama dari analisa seorang aku.

ternyata diri ini hanya seonggok sampah berdaging.
oh, malang.
ternyata sampah ini berisik berkoar-koar.
oh, piciknya.
ternyata sampah ini sibuk sendiri.
ah, kasihan.

ternyata sendiri sampai akhir tahun.
oh, dingin.
ternyata jendela terbuka lebar.
ah, angin.
ternyata berbagi sama dengan mengalikan
oh, bodohnya.
ternyata senyum ini telah rusak.
oh, duka.

mengais sisa-sisa kesia-siaan,
remah-remah kehangatan
terseok-seok dalam dunia bawah sadar
tertinggal seribu langkah sibuk sendiri disini.
ah,
AKU INI MALANG.

remah-remah itu PERNAH MENGGUNUNG tinggi disini.
ya, PERNAH SEKALI.
aku bukan penderita alzheimer yang kelebihan protein.
tapi remah gunung itu PENGECUT seperti kentut.
lenyap tanpa asap.

AKU?
juga sedang mencair tanpa menjadi air.

kamukamu

habsfh bxfjhladshlafadhnvfdynhudynviodaaidosfuncvdfync viodfunudgndufyhnaidufnvayuspoirynheirncugernfijhfnb auyfncjdfkncuyfdc ufy euyncuifn cxeyruayre cuyreauryan cryeyreryc eury neuryauyerc neryuweyruyeucn ayuxmeuiryaoygfhbrvfhgvugrhfbghrfgu cuyerur cer cxeraoweurhjerhwu ruwuer cuerg ureg cuelaierc u3rc eur cerirg ceurgiotuc uh xywg zagoaei c



ada yang ngerti apa artinya?

yang jelas,
bagi gue itu ngga ada artinya.

cuma pemanasan.














kamu!
kamu yang bikin gue dalam beberapa jangka waktu yang cukup lama jadi kacau!
kamu! yang pergi tanpa meninggalkan pesan.
kamu! yang bikin gue kehilangan pegangan.
kamu! yang tanpa basa-basi setelah banyak hal terjadi balik lagi tanpa senyuman.
kamu!
bikin gue sempet gila.
kamu! bikin gue jadi seonggok daging yang kurang kerjaan.
kamu pergi, bikin gue sesak kehilangan.
kamu! semuanya jadi chaos tak mengenakan.
kamu! bikin gue sering diluar karena di rumah kurang kerjaan.
kamu pergi,
bikin gue kayak orang ngga waras yang tak tahu tujuan.
kamu ngga ada, bikin gue pendem semuanya sampai mampus tinggal selangkah.



huff.
kamu.