pada saat seseorang menjadi lebih baik, dia akan memahami dengan semakin jelas kejahatan yang masih terdapat pada dirinya.
jika seseorang menjadi lebih buruk, dia semakin tidak memahami keburukan yang ada dalam dirinya.
seseorang yang agak buruk tahu bahwa dirinya tidak terlalu baik; seseorang yang amat buruk berpikir bahwa dirinya baik-baik saja.
ini hanya pemikiran logis saja.
anda memahami tidur saat anda bangun, bukan pada saat anda tidur.
anda bisa melihat kesalahan saat mengerjakan soal aritmatika jika pikiran anda bekerja dengan tepat; sementara pada saat melakukannya anda tidak bisa melihatnya. orang-orang yang baik tahu mengenai kebaikan dan keburukan; orang-orang yang buruk tidak mengetahui keduanya.
C. S. Lewis
The happy endings are subtle and incomplete but they are there, it works because happiness itself is often subtle and incomplete.
20090614
no need
aku tidak butuh seorang cendikiawan yang bijakasana.
untuk menjadi teman hidupku.
karena dia tidak bisa memahamiku, karena aku tak bisa memahami dia, karena aku tidak bijaksana.
aku tidak butuh seorang yang kaya raya.
untuk menjadi teman hidupku.
karena dia tidak bisa memahamiku, karena aku tidak bisa memahami dia, karena aku tak menikmati hedonisme.
aku tidak butuh seorang yang selalu ada disampingku.
untuk menjadi teman hidupku.
karena aku tak betah diuntit, karena aku tahu aku hanya sering lelah bukannya tidak berdaya, karena aku adalah diriku sendiri.
aku tidak butuh seorang yang selalu pandai menghibur.
untuk menjadi teman hidupku.
karena dengan dia kesedihan menjadi amat nyata.
aku tidak butuh seorang yang amat setia.
untuk menjadi teman hidupku.
karena dia tak bisa memahamiku, karena aku tidak bisa memahami dia, karena aku tidak mengerti tentang kesetiaan.
aku tidak butuh seorang yang hanya menjadi milikku.
untuk menjadi teman hidupku.
karena aku tidak ingin memenggal hidup seseorang, untuk diserahkan pada diriku saja.
aku tidak butuh seorang yang sempurna.
untuk menjadi teman hidupku.
aku butuh dia yang sederhana. aku butuh dia yang mengerti tentang persepsi.
untuk menjadi teman hidupku.
karena dia tidak bisa memahamiku, karena aku tak bisa memahami dia, karena aku tidak bijaksana.
aku tidak butuh seorang yang kaya raya.
untuk menjadi teman hidupku.
karena dia tidak bisa memahamiku, karena aku tidak bisa memahami dia, karena aku tak menikmati hedonisme.
aku tidak butuh seorang yang selalu ada disampingku.
untuk menjadi teman hidupku.
karena aku tak betah diuntit, karena aku tahu aku hanya sering lelah bukannya tidak berdaya, karena aku adalah diriku sendiri.
aku tidak butuh seorang yang selalu pandai menghibur.
untuk menjadi teman hidupku.
karena dengan dia kesedihan menjadi amat nyata.
aku tidak butuh seorang yang amat setia.
untuk menjadi teman hidupku.
karena dia tak bisa memahamiku, karena aku tidak bisa memahami dia, karena aku tidak mengerti tentang kesetiaan.
aku tidak butuh seorang yang hanya menjadi milikku.
untuk menjadi teman hidupku.
karena aku tidak ingin memenggal hidup seseorang, untuk diserahkan pada diriku saja.
aku tidak butuh seorang yang sempurna.
untuk menjadi teman hidupku.
aku butuh dia yang sederhana. aku butuh dia yang mengerti tentang persepsi.
20090605
posting
posting.
dalam akuntansi adalah pemindahan akun-akun dari jurnal umum ke buku besar (ledge).
jika ingin memperdalam ya belajar aja sendiri.
suatu malam.
"lagi apa?"
"bentar, lagi posting"
"eeh kamu internetan aja lagi ulum juga, coba besok apa pelajarannya? dari kemaren blabalablaba brrzzzt dreng deng crush crush blam."
kalo gue jadi orang yang udah marah-marah gitu sih, pengennya gue gali tanah dan gusruk gusruk terus sampai ke inti bumi.
besok ulum akuntansi, sayang.
dalam akuntansi adalah pemindahan akun-akun dari jurnal umum ke buku besar (ledge).
jika ingin memperdalam ya belajar aja sendiri.
suatu malam.
"lagi apa?"
"bentar, lagi posting"
"eeh kamu internetan aja lagi ulum juga, coba besok apa pelajarannya? dari kemaren blabalablaba brrzzzt dreng deng crush crush blam."
kalo gue jadi orang yang udah marah-marah gitu sih, pengennya gue gali tanah dan gusruk gusruk terus sampai ke inti bumi.
besok ulum akuntansi, sayang.
ih takut.
ada yang memandang lekat-lekat di angkutan kota saat pergi ke sekolah.
meski wajahnya familiar(ah dasar aja pasaran) tapi perasaan ga pernah kenal.
perempuan paruh baya.
awalnya cuek aja. ga penting amat.
tapi kok cuek tidak membawa berkah ya.
risih jadinya. menelanjangi lewat pandangan.
ih takut.
meski wajahnya familiar(ah dasar aja pasaran) tapi perasaan ga pernah kenal.
perempuan paruh baya.
awalnya cuek aja. ga penting amat.
tapi kok cuek tidak membawa berkah ya.
risih jadinya. menelanjangi lewat pandangan.
ih takut.
20090529
XXI
pernahkah kamu menjadi seorang penyaksi kehidupan
kata orang putus cinta itu sakit
kata orang jatuh cinta itu menyenangkan
oh.
kata orang kehilangan itu sakit
oh.
seperti duduk dikursi penonton,
dilayarnya ada orang-orang yang kamu kenal.
hey, tentu saja. keluargamu, temanmu, saudaramu, sahabatmu, ada disana.
kamu melihat, menyaksikan saat semuanya saling menyayangi. kamu pun ikut senang. tentu saja.
kamu juga melihat, menyaksikan saat ada yang berbenturan, sedikit keretakan-keretakan. tak terelakan. kamu sedikit sedih.
juga saat perpisahan, saat temanmu yang satu dengan temanmu yang lainnya tidak lagi berhubungan, karena sesuatu yang tidak pernah kamu mengerti. kamu masih menyaksikannya, melihat semua kejadiannya.
kamu tahu untuk tidak berbohong pada siapapun, maka kamu diam, tetap menyaksikan. tak boleh tutup mata, tak bisa.
kamu pun menerima, ketika sesekali seorang dari temanmu itu menghadap ke layar yang kamu tonton dan mengatakan "hei, sabar yaa"
kamu tersenyum, sedikit terhibur.
lalu kamu mulai bertanya-tanya, tak bisakah kamu masuk disana lalu melakukan sesuatu, sekedar menghibur teman yang sedih sampai terhibur, atau tertawa bersama saat bahagia, atau bahkan menemani yang kesepian, atau bahkan mencegah perpisahan.
kamu mulai mengikuti kata hatimu untuk terjun kedalamnya. mendekati layar besar itu, lalu menyentuhnya. tak ada yang terjadi. kamu bukan di film fantasi. layar tetaplah layar.
pada detik itu kamu tertegun hebat. dari depan layar terlihat berjuta penonton seperti kamu. seperti kamu yang duduk disitu, beberapa kamu kenal, sisanya entah siapa. seperti kamu yang juga ingin terlibat, seperti kamu yang juga ingin menjadi pelaku.
lalu kamu berjalan kembali ke seat yang bertahun-tahun kamu duduki. mendapat sedikit pencerahan.
dan didalam kegelapan bioskop kehidupan itu,
dan mulai membuat skenariomu sendiri.
kata orang putus cinta itu sakit
kata orang jatuh cinta itu menyenangkan
oh.
kata orang kehilangan itu sakit
oh.
seperti duduk dikursi penonton,
dilayarnya ada orang-orang yang kamu kenal.
hey, tentu saja. keluargamu, temanmu, saudaramu, sahabatmu, ada disana.
kamu melihat, menyaksikan saat semuanya saling menyayangi. kamu pun ikut senang. tentu saja.
kamu juga melihat, menyaksikan saat ada yang berbenturan, sedikit keretakan-keretakan. tak terelakan. kamu sedikit sedih.
juga saat perpisahan, saat temanmu yang satu dengan temanmu yang lainnya tidak lagi berhubungan, karena sesuatu yang tidak pernah kamu mengerti. kamu masih menyaksikannya, melihat semua kejadiannya.
kamu tahu untuk tidak berbohong pada siapapun, maka kamu diam, tetap menyaksikan. tak boleh tutup mata, tak bisa.
kamu pun menerima, ketika sesekali seorang dari temanmu itu menghadap ke layar yang kamu tonton dan mengatakan "hei, sabar yaa"
kamu tersenyum, sedikit terhibur.
lalu kamu mulai bertanya-tanya, tak bisakah kamu masuk disana lalu melakukan sesuatu, sekedar menghibur teman yang sedih sampai terhibur, atau tertawa bersama saat bahagia, atau bahkan menemani yang kesepian, atau bahkan mencegah perpisahan.
kamu mulai mengikuti kata hatimu untuk terjun kedalamnya. mendekati layar besar itu, lalu menyentuhnya. tak ada yang terjadi. kamu bukan di film fantasi. layar tetaplah layar.
pada detik itu kamu tertegun hebat. dari depan layar terlihat berjuta penonton seperti kamu. seperti kamu yang duduk disitu, beberapa kamu kenal, sisanya entah siapa. seperti kamu yang juga ingin terlibat, seperti kamu yang juga ingin menjadi pelaku.
lalu kamu berjalan kembali ke seat yang bertahun-tahun kamu duduki. mendapat sedikit pencerahan.
dan didalam kegelapan bioskop kehidupan itu,
dan mulai membuat skenariomu sendiri.
Subscribe to:
Posts (Atom)