shantai.. (bang oma irama tuh yang ngomong tadi, bukan gua! haha)
jadi ngeh deh tadi gara-gara teh eneng teteh menlan gaul anak sappk itb mantannya 3 (sekalian aja sama nomor telepon sama ukuran sepatunya) bilang, "anak politik kan kamu teh? tapi ko santai sih?"
hem kuliahnya juga belom atuh. haha, tapi bukan karena itu dia ngomong, mungkin karena gua yang suka malah nyeleneh kalo mentoring. "padahal kan berat?" (diterusin dialognya)
salah, salah, bukan nyeleneh. ga serius lebih tepatnya.
terus gua jawab deh "haha, ya santai mah perlu teh."
dari situ gua baru bisa mengimplementasikan moto gua dalam kata padahal udah digunain dari beberapa tahun yang lalu. santai
seperti saat screening ketua osis dulu, baru inget moto gua itu membantu. tekanan-tekanan dan tugas yang bejibun? oke lah, gua mah santai. tapi beres kan? ;)
haha bang haji, bang haji. sepaham kita.
shantai..
The happy endings are subtle and incomplete but they are there, it works because happiness itself is often subtle and incomplete.
20100402
kenapa gua?
tadi pagi adalah titik puncak gua nanya pertanyaan, 'kenapa gua?' yang berarti kenapa-mesti-gua.
setelah bengong diangkot karena bosan, macet, dan kesel, akhirnya gua memutuskan untuk berhenti bertanya seperti itu dan berganti pertanyaan jadi, 'gua kenapa?'
ya, pertanyaan itu jauh lebih berguna. karena dengan nanya 'kenapa gua?' artinya gua dalam posisi victim, korban. tapi dengan nanya 'gua kenapa?' artinya gua dalam posisi pelaku, dan jauuuh lebih banyak yang bisa diperbaiki. misalnya, lu pernah mecahin gelas ga sengaja? coba deh abis itu tanya 'kenapa mesti gua yang mecahin gelas ga sengaja?'. terus tanya lagi, 'gua kenapa mecahin gelas?'. pertanyaan kedua bisa dijawab, karena lu ceroboh. dan, ceroboh itu bukan nasib loh. tinggal beresin pecahannya karena itu tangan lu yang mecahin sambil berjanji lain kali lu mesti lebih konsentrasi. beda kan sama beresin pecahannya sambil terus nanya 'kenapa gua?' sambil kedepannya mecahin lagi terus dan tetap bertanya 'kenapa gua?'. sampai seribu kali mecahin dan tetap bertanya 'kenapa mesti guaa?'
jadi gua sih ga mau sia-sia in hidup buat memposisikan diri jadi korban,
i'm master of my fate and captain of my soul! :)
setelah bengong diangkot karena bosan, macet, dan kesel, akhirnya gua memutuskan untuk berhenti bertanya seperti itu dan berganti pertanyaan jadi, 'gua kenapa?'
ya, pertanyaan itu jauh lebih berguna. karena dengan nanya 'kenapa gua?' artinya gua dalam posisi victim, korban. tapi dengan nanya 'gua kenapa?' artinya gua dalam posisi pelaku, dan jauuuh lebih banyak yang bisa diperbaiki. misalnya, lu pernah mecahin gelas ga sengaja? coba deh abis itu tanya 'kenapa mesti gua yang mecahin gelas ga sengaja?'. terus tanya lagi, 'gua kenapa mecahin gelas?'. pertanyaan kedua bisa dijawab, karena lu ceroboh. dan, ceroboh itu bukan nasib loh. tinggal beresin pecahannya karena itu tangan lu yang mecahin sambil berjanji lain kali lu mesti lebih konsentrasi. beda kan sama beresin pecahannya sambil terus nanya 'kenapa gua?' sambil kedepannya mecahin lagi terus dan tetap bertanya 'kenapa gua?'. sampai seribu kali mecahin dan tetap bertanya 'kenapa mesti guaa?'
jadi gua sih ga mau sia-sia in hidup buat memposisikan diri jadi korban,
i'm master of my fate and captain of my soul! :)
sd nilem oh nilem
padahal baru saja mengalami kejadian yang membuat merasa tidak berguna tidak bermanfaat dan mau nyumput di kamar di belakang pintu aja sambil digelapin. haha. (padahal apaan yang gua omongin ga pernah penting liat deh)
enough!2
"cukup cukup, gua eneg deh sama anak 3 sama anak itb juga, bosen, pokonya gamau deh."
siing
"eh haha tar teh taunya, eeaa. hahaha gajadi gajadi, bosen eneg sama anak ui aja deh yaa yaampuun omongan tadi ditarik plis, sret sret sret(lagi narik ceritanya)"
siing
"eh haha tar teh taunya, eeaa. hahaha gajadi gajadi, bosen eneg sama anak ui aja deh yaa yaampuun omongan tadi ditarik plis, sret sret sret(lagi narik ceritanya)"
single muslim
dari notesnya seorang anakilmupolitik010 dari ppkb juga. bagus banget deh.
O single Muslim!
How chaste are you!
While others engage in haraam and fulfill their desires,
You shun the many calls to sin,
For fear of the hellfire!
O single Muslim!
How modest are you!
While others are 'alone',
They loose their fear of Allah,
But alone or not, you lower your gaze,
Refusing to look a...t haraam!
O single Muslim!
How sensible are you!
While others waste away their hours watching bollywold flicks,
You spend it worshipping Allah,
Fasting and increasing in ilm!
O single Muslim!
How devoted are you!
While others memorize lyrics to the latest songs,
You make an effort to memorize duaas and Quran!
O single Muslim!
How upright are you!
While others foolishly throw Quran and Sunnah to the side,
You strive to learn and implement them both into your life!
O single Muslim!
How blessed are you!
While others gossip,
And partake in useless matters,
You spend your time reflecting,
And preparing for the herafter!
O single Muslim!
How aware are you!
While others fall for the first person who plays the sweet card,
You know the tricks of shaytan,
And remain constantly on guard!
O single Muslim!
How steadfast are you!
While others loose their modesty and dignity along the way,
You remain chaste and honorable,
And your sabr only increases each day!
O single Muslim!
How fortunate are you!
While others rack up sins for forming illicit relationships,
You gain reward from Allah for your trials and hardships!
O single Muslim!
How intelligent are you!
While some make marriage their ultimate goal,
You know it's only a means,
To reach the final abode!
O single muslim,
How wise are you!
While others desire spouses,
With only beauty and riches,
You desire an upright person,
With good character and religion!
O single Muslim,
How successful are you!
While others spend their time in grief,
Regretting their foolishness and haste,
For your steadfasteness and patience:
Allah grants you one of His most righteous slaves!
And O single Muslim,
How honored are you!
While others who lived in sin,
Will be humiliated on Qiyamah,
You will be granted honor and shade,
On the Day when there is NO shade,
Except under the throne of ALLAH!
- By UmmGhareebah -
=======================
If you want to see your poems/articles on this page, then email us your writings to editor[@]iloveallaah[.]com.
ckck subhanallah.. betapa sudah belok jauh ya saya, kirain masih lurus-lurus aja, padahal.
Subscribe to:
Posts (Atom)
