i am a honey bee
Shunned off from the colony
And they won’t let me in
So I left the hive
They took away all my stripes
And broke off both my wings
So I’ll find another tree
And make the wind my friend
I’ll just sing with the birds
They’ll tell me secrets off the world
But my other honey bee
Stuck where he doesn’t wanna be
Oh my darling honey bee
I’ll come save you
Even if it means I’ll have to face the queen
So I’ll come prepared
My new friends say they would help me
Get my loved one back
They say it isn’t right
The bees have control of your mind
But I choose not to believe that
So we’ll meet in the darkness of the night
And I’ll promise I will be there on time
We’ll be guided by my new friends the butterflies
Bring us back to our own little hive
Oh my other honey bee
No longer stuck where he doesn’t wanna be
Oh my darling honey bee
I have saved you
And now that you’re with me
We can make our own honey
coba denger deh :)
The happy endings are subtle and incomplete but they are there, it works because happiness itself is often subtle and incomplete.
20100503
kado
ini rumahku. tempatku tidur adalah tempat kado-kado yang isinya boneka. mari masuk.
ini kado adalah kado-kado milikku, bukan diberi orang lalu tak mau kubuka. tapi kubeli dan belum kuberi pada yang punya.
aku ingat semuanya, aku ingat ini punya siapa dan isinya apa serta beli dimana. kado-kado ini bukan tak berarti bagiku.
yang itu isinya patung anjing berkaki tiga, susah sekali mencarinya. bungkusnya warna abu-abu karena temanku yang itu suka warna abu-abu. tapi aku tidak tahu dia suka warna apa sekarang. dia teman sd ku.
yang itu isinya pigura berisi foto kita waktu dipantai, dipantai beberapa tahun lalu. kita ini teman smp.
kemarin aku baru berniat memberi semua kadoku pada yang punya.
sekarang aku sedang mencari berada dimana si empunya kado.
pencarianku tidaklah mudah. aku takut keburu mati sebelum memberikan semua kado-kado ini.
aku tidak tahu ini bisa membuat hal-hal yang menyenangkan jadi sulit.
menunda.
ini kado adalah kado-kado milikku, bukan diberi orang lalu tak mau kubuka. tapi kubeli dan belum kuberi pada yang punya.
aku ingat semuanya, aku ingat ini punya siapa dan isinya apa serta beli dimana. kado-kado ini bukan tak berarti bagiku.
yang itu isinya patung anjing berkaki tiga, susah sekali mencarinya. bungkusnya warna abu-abu karena temanku yang itu suka warna abu-abu. tapi aku tidak tahu dia suka warna apa sekarang. dia teman sd ku.
yang itu isinya pigura berisi foto kita waktu dipantai, dipantai beberapa tahun lalu. kita ini teman smp.
kemarin aku baru berniat memberi semua kadoku pada yang punya.
sekarang aku sedang mencari berada dimana si empunya kado.
pencarianku tidaklah mudah. aku takut keburu mati sebelum memberikan semua kado-kado ini.
aku tidak tahu ini bisa membuat hal-hal yang menyenangkan jadi sulit.
menunda.
hope
kayanya gua terlalu biasa buat sendirian deh, kaya belajar sendiri di tempat rame, nonton sendiri, makan sendiri di tempat orang2 lain gerombol, jalan-jalan sendiri, belanja sendiri, apa deh sendiri. itu aja dilakuin tanpa punya kendaraan sendiri(apalagi punya, mangkin autis gua). bagusnya sih, kata ga-ada-yang-nganter bukan masalah lagi buat gua. tapi alhamdulilah ya ga ansos, masih punya lah temen mah *haha iya kan punya kan ya :p
tapi yang lebih alhamdulilahnya lagi, itu mempermudah gua buat ngerasa bahagia, loh?
ya mungkin ini sedikit rumus sederhana. tombol berharap diberi, ditemani, dikasihi, gua coba pencet off pelan-pelan. you know what? karena gua akan lebih tersiksa waktu gua tau hidup gua setengahnya atau lebih gua pake buat ngurusin harapan-harapan gua yangemm miris nih ngomongnya, kosong. jadi ketika gua coba 'klik', mencet, segalanya jadi lebih mudah, termasuk buat ngerasa bahagia, karena perhatian-perhatian sederhana dari sekitar sudah terasa lebih dari cukup. apa ya? kaya tadi deh, capek gua sebenernya ngurusin garage sale, eh ada juga yang ngeh terus traktir gua makan dan anter pulang, padahal kemarennya juga baru dianter(padahal rumah gua nun jauh dimana). hal-hal kecil kaya gitu udah bisa bikin gua seneng karena gua ga ngarepin itu sebenernya. emm ini deh, kaya waktu gua keabisan ongkos terus pulang jalankaki ga ada pulsa diwaktu hari panas, karena gua udah pencet tombol off itu, gua nikmatin aja semuanya, all is fine.
harapan itu gua pasang buat berharap yang berguna buat orang banyak, karena yang harus lu tau gua ga bisa multitasking, jadinya ga maksimal(haha jadi inget sesuatu deh), dan termasuk dalam berharap. gapapa kan?
tapi yang lebih alhamdulilahnya lagi, itu mempermudah gua buat ngerasa bahagia, loh?
ya mungkin ini sedikit rumus sederhana. tombol berharap diberi, ditemani, dikasihi, gua coba pencet off pelan-pelan. you know what? karena gua akan lebih tersiksa waktu gua tau hidup gua setengahnya atau lebih gua pake buat ngurusin harapan-harapan gua yang
harapan itu gua pasang buat berharap yang berguna buat orang banyak, karena yang harus lu tau gua ga bisa multitasking, jadinya ga maksimal(haha jadi inget sesuatu deh), dan termasuk dalam berharap. gapapa kan?
Subscribe to:
Posts (Atom)