rumah saya kini kembali ke dekat-dekat secercah periode masa kecil
ketika ditanya umur,
jawabnya adalah "16"
lalu lidah pun kelu
enam belas
sixteen
genepbelas
sechzehn
saya rasa kemarin jawabnya adalah 12?
atau.. 14?
ah, hati-hati
waktu bergulir sangat cepat.
The happy endings are subtle and incomplete but they are there, it works because happiness itself is often subtle and incomplete.
20081125
lie
you tell me don't lie
but you live in your lie on me
kamu mengajari aku agar tidak berbohong padamu
pada siapapun di hidupku
tapi kamu bohong
kamu bohong besar!
besar sekali.
kamu bikin aku kehilangan pandangan
tentang segala sesuatu
kamu bikin aku kembali menelusuri jejak hidupku
kamu merusak semuanya yang hampir berjalan sebagaimana mestinya
yang aku rajut dari tahun ke tahun
tentang kewajaran
tentang kemanusiaan
tentang persahabatan
tentang persaudaraan
tentang kewarasan
tentang kepercayaan
kamu bikin aku diam ditengah semua pusaran yang indah
kamu bikin aku berhenti saat sedang cepat berlari
kamu menyesakkan dadaku yang telah lama belajar lega
aku takkan mencaci-makimu
aku takkan mencercamu
aku hanya terkejut
aku hanya ingin berontak
aku hanya lelah.
aku hanya menunggu
kejujuran apa lagi yang akan meluluhlantahkan semuanya
but you live in your lie on me
kamu mengajari aku agar tidak berbohong padamu
pada siapapun di hidupku
tapi kamu bohong
kamu bohong besar!
besar sekali.
kamu bikin aku kehilangan pandangan
tentang segala sesuatu
kamu bikin aku kembali menelusuri jejak hidupku
kamu merusak semuanya yang hampir berjalan sebagaimana mestinya
yang aku rajut dari tahun ke tahun
tentang kewajaran
tentang kemanusiaan
tentang persahabatan
tentang persaudaraan
tentang kewarasan
tentang kepercayaan
kamu bikin aku diam ditengah semua pusaran yang indah
kamu bikin aku berhenti saat sedang cepat berlari
kamu menyesakkan dadaku yang telah lama belajar lega
aku takkan mencaci-makimu
aku takkan mencercamu
aku hanya terkejut
aku hanya ingin berontak
aku hanya lelah.
aku hanya menunggu
kejujuran apa lagi yang akan meluluhlantahkan semuanya
terhenyak
cerita tentang lelaki busuk,
yang hidup di sudut ruang
lelaki,
kehilangan ayah. kehilangan kelelakiannya. menjaga ibunya adalah yang membuatnya hidup.
ibu,
manusia biasa. yang bisa sakit lalu mati. dan itu terjadi padanya.
lelaki awalnya hampa.
tapi dia berpikir panjang untuk terus melanjutkan hidup.
lelaki merajut hidup, meneruskan bukan membuka lembaran baru.
wanita.
lelaki busuk itu normal hormon dan jiwanya.
wanita itu cantik, pesona membuat lelaki busuk menemukan alasan lagi untuk bersemangat hidup.
tapi sayang lelaki itu busuk,
hari ke hari lelaki itu hanya menatap wanitanya.
tersenyum sendiri melihat wanitanya bercanda bersama teman-teman
tersayat hati saat tahu wanita itu sedang kenapa.
tahun tahun terlewat sudah
lelaki busuk tak punya wanita pesona yang lain.
hanya itu. hanya dia.
sore hari yang cerah lelaki busuk menunggu wanitanya di taman biasa
untuk memandangi, bukan berkenalan
melihat, menatap bukan memenyentuh, menyibakkan poninya
wanita pesona mengucapkan salam perpisahan pada teman-temannya karena sore yang cerah akan berganti menjadi malam.
siapa yang tahu itu salam terakhir?
siapa yang tahu?
mobil sedan putih dinaikinya
truk hilang kendali
truk hilang kendali
lelaki busuk menikmati setiap detik tatapannya pada wanita pesona
sampai saatnya ada kabar.
korban: anya trimurti (22 tahun)
lelaki itu terperanjak.
terhenyak
terkejut
terkoyak
dan merasa semakin busuk
dan semakin melesak ke sudut.
yang hidup di sudut ruang
lelaki,
kehilangan ayah. kehilangan kelelakiannya. menjaga ibunya adalah yang membuatnya hidup.
ibu,
manusia biasa. yang bisa sakit lalu mati. dan itu terjadi padanya.
lelaki awalnya hampa.
tapi dia berpikir panjang untuk terus melanjutkan hidup.
lelaki merajut hidup, meneruskan bukan membuka lembaran baru.
wanita.
lelaki busuk itu normal hormon dan jiwanya.
wanita itu cantik, pesona membuat lelaki busuk menemukan alasan lagi untuk bersemangat hidup.
tapi sayang lelaki itu busuk,
hari ke hari lelaki itu hanya menatap wanitanya.
tersenyum sendiri melihat wanitanya bercanda bersama teman-teman
tersayat hati saat tahu wanita itu sedang kenapa.
tahun tahun terlewat sudah
lelaki busuk tak punya wanita pesona yang lain.
hanya itu. hanya dia.
sore hari yang cerah lelaki busuk menunggu wanitanya di taman biasa
untuk memandangi, bukan berkenalan
melihat, menatap bukan memenyentuh, menyibakkan poninya
wanita pesona mengucapkan salam perpisahan pada teman-temannya karena sore yang cerah akan berganti menjadi malam.
siapa yang tahu itu salam terakhir?
siapa yang tahu?
mobil sedan putih dinaikinya
truk hilang kendali
truk hilang kendali
lelaki busuk menikmati setiap detik tatapannya pada wanita pesona
sampai saatnya ada kabar.
korban: anya trimurti (22 tahun)
lelaki itu terperanjak.
terhenyak
terkejut
terkoyak
dan merasa semakin busuk
dan semakin melesak ke sudut.
20081122
hhft
pada hari sabtu penat yang menyesakkan dada,
saya pergi ke warnet. pake sepeda yang reyot jalannya.
niatnya ingin melepas penat, denger lagu posting browsing..
sekalian ngetik apalah namanya buat urusan sekolah
lalu duduklah saya,
di bilik nomer 3.
okay, not bad.
dug, dug
hentakan hentakan yang aneh dari sebelah
bilik nomer 2
dug dug dug, dugdug, dug dug dug
kaki sibodoh menendangnendang partisi sampai menggoyang-goyangkan monitor di bilik saya
-sabar-
saya pun meneruskan aktifitas ngenet ria
dugdugdug
monitor: goyang goyang goyang
ketika itu pikiran jernih entah kemana
saya yang tadinya memendam ledakan jadi ingin benarbenar meledak.
"HEH, DIEM GOBS!"
lalu hentakan berhenti,
saya pikir ini tempat umum
semua orang berhak untuk menerima haknya untuk nyaman.
keluarlah dari bilik itu seorang bapak-bapak setengah baya,
seangkatan ayah saya mungkin.
dan saya merasa amat sangat tidak punya sopan santun,
sebenarnya bisa kan saya ngomong baikbaik?
hhft.
saya pergi ke warnet. pake sepeda yang reyot jalannya.
niatnya ingin melepas penat, denger lagu posting browsing..
sekalian ngetik apalah namanya buat urusan sekolah
lalu duduklah saya,
di bilik nomer 3.
okay, not bad.
dug, dug
hentakan hentakan yang aneh dari sebelah
bilik nomer 2
dug dug dug, dugdug, dug dug dug
kaki sibodoh menendangnendang partisi sampai menggoyang-goyangkan monitor di bilik saya
-sabar-
saya pun meneruskan aktifitas ngenet ria
dugdugdug
monitor: goyang goyang goyang
ketika itu pikiran jernih entah kemana
saya yang tadinya memendam ledakan jadi ingin benarbenar meledak.
"HEH, DIEM GOBS!"
lalu hentakan berhenti,
saya pikir ini tempat umum
semua orang berhak untuk menerima haknya untuk nyaman.
keluarlah dari bilik itu seorang bapak-bapak setengah baya,
seangkatan ayah saya mungkin.
dan saya merasa amat sangat tidak punya sopan santun,
sebenarnya bisa kan saya ngomong baikbaik?
hhft.
Subscribe to:
Posts (Atom)